Kamis, 11 Oktober 2012

Awas ada 'tsunami' di DPR

Angelina Patricia Pingkan Sondakh merasa dikorbankan dalam proyek Wisma Atlet di Kemenpora. Mantan Puteri Indonesia itu pun mengancam akan membongkar permainan kotor para politikus Senayan dalam sejumlah proyek.

Nama Angie sapaan Angelina terseret dalam pusaran korupsi setelah koleganya di Demokrat, M Nazaruddin buka suara. Sebenarnya tak hanya Angie, ada sejumlah nama yang disebut Nazaruddin, namun hingga kini masih melenggang bebas.

Keluh kesah Angie ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemarin. Dalam berita acara (BAP) pemeriksaan, saksi Mindo Rosalina Manulang mengungkapkan jika Angie sempat mencurahkan isi hatinya perihal kasus yang menjeratnya.
"Aduh saya pusing sekali ini mbak. Saya kan tidak tahu soal Wisma Atlet kok dibawa-bawa. Tolong dong mbak bantu saya," kata Angie kepada Rosa. Kala itu Rosa mengaku dikunjungi Angie di Rumah Tahanan khusus Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Saya baru dari rumah Anas (Urbaningrum) nih. Saya ga mau kena sendirian. Saya bisa marah besar. Saya bisa bikin tsunami lebih besar daripada Nazar (Muhammad Nazaruddin) di DPR," ancam Angie.

Mendengar itu Rosa tak banyak komentar. "Saya juga bingung bu mau bantu seperti apa. Saya ditahan, HP saya disita, semua bukti percakapan ada di situ, orang kantor juga banyak kena," kata Rosa.

Dalam sidang Rosa juga mengakui memberi uang sejumlah Rp 15 miliar kepada Angie pada Maret 2010 sampai November 2011 sebagai imbalan dalam penggiringan pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. Lalu uang itu dibagi kepada salah satu rekannya di Komisi X, I Wayan Koster.

Namun seluruh kesaksian Rosa dibantah dengan tegas oleh janda Adjie Massaid itu. Terdakwa kasus suap pengadaan laboratorium di sejumlah universitas negeri di Kementerian Pendidikan Nasional itu mengaku tak pernah berniat membuat 'tsunami' di DPR.

"Percakapan yang menyebut saya akan membuat tsunami di DPR dan saya akan marah besar karena tidak ingin dikorbankan juga tidak benar," kata Angie yang sempat menangis.

Angie juga mengelak pernah bertemu Rosa pada Februari 2010. Dia juga menolak jika disebut menerima uang suap dari mantan anak buah Muhammad Nazaruddin itu demi menggiring pengarahan anggaran proyek di Kemendiknas itu.

Kini tinggal ditunggu saja nyanyian Angie untuk menjerat para koleganya di DPR. Tentu publik menginginkan 'tsunami' Angie berskala besar sehingga bisa menjebloskan para perampok uang rakyat ke penjara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar